Marsil Koto, yang akrab di sapa Pak koto sesama petani di desa Agam -Bukit Tinggi,Sumbar. Ialah sosok yang memperjuangkan dan memberdayakan nasib para petani untuk hidup sejahtera dengan ide kreatifnya melalui lembaga keuangan mikro yang ia juluki "Bank Petani". Bank Petani bukan lah produk dari pemerintah melaikan hasil kerja kerasnya, dengan cara menghimpun dana dari para petani secara sukarela di masa-masa awal di bentuknya Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA), dengan modal Rp 500.000 ia mencari informasi ke berbagai Bank di Padang, bagaimana cara untuk mendirikan sebuah bank, jalannya tidaklah semulus yang ia bayangkan, hambatan dan rintangan menghadang bak badai, bukan informasi yang ia dapatkan melainkan cemoohan dan sendiran. Itu semua tak menghentikan niatnya. Tekatnya sudah bulat untuk mendirikan sebuah Lembaga Keuangan yang memberi akses perbankkan kepada para petani yang kesulitan modal.
Masril Koto wari wiri mengituki seminar dan pelatihan perbankan sampai ke Yogya, sepulang dari sana ia mengajak para petani di desanya menghimpun dana untuk mendirikan LKMA, ia menjual saham seharga Rp 100.000/lebar, banyak petani yang meragukan ide nya ini. lantas ia menjelaskan dengan bahasanya sendiri yang mudah dimengerti para petani. Akhirnya terkumpul dana sebesar Rp 15.000.000 dari hasil penjualan saham,yang di jadiakan modal awal pendirian LKMA pada 2003 silam. LKMA bergerak dalam perbankan yang menghimpun dana para petani dalam bentuk tabungan dan pembiayan agribisnis, diantaranya tabungan pendidikan, tabungan ibu hamil, tabungan untuk mencicil motor, tabungan untuk persiapan pernikahan. Jenis tabungan ini semua disusun berdasarkan identifikasi masalah anggota,ada hal unik untuk syarat pembiayaan, setiap anggota yg ingin meminjam wajib menyertakan jaminan dari dato, yaitu orang yang di tetuakan di daerah asalanya, apabila terjadi penunggakan, maka datolah sebagai perantara untuk memberi peringatan,.bila tidak di gubrisi maka namanya akan di umumkan di masjid. ini menjadi salah satu cara agar para debitor patuh atas kewajibannya. Saat ini 300 LKMA telah tersebar di berbagai desa untuk membantu pergerakan perekonomian petani di sumbar dengan total aset mencapai 90 miliar, pencapain yang menakjubkan !!,
Masril Koto wari wiri mengituki seminar dan pelatihan perbankan sampai ke Yogya, sepulang dari sana ia mengajak para petani di desanya menghimpun dana untuk mendirikan LKMA, ia menjual saham seharga Rp 100.000/lebar, banyak petani yang meragukan ide nya ini. lantas ia menjelaskan dengan bahasanya sendiri yang mudah dimengerti para petani. Akhirnya terkumpul dana sebesar Rp 15.000.000 dari hasil penjualan saham,yang di jadiakan modal awal pendirian LKMA pada 2003 silam. LKMA bergerak dalam perbankan yang menghimpun dana para petani dalam bentuk tabungan dan pembiayan agribisnis, diantaranya tabungan pendidikan, tabungan ibu hamil, tabungan untuk mencicil motor, tabungan untuk persiapan pernikahan. Jenis tabungan ini semua disusun berdasarkan identifikasi masalah anggota,ada hal unik untuk syarat pembiayaan, setiap anggota yg ingin meminjam wajib menyertakan jaminan dari dato, yaitu orang yang di tetuakan di daerah asalanya, apabila terjadi penunggakan, maka datolah sebagai perantara untuk memberi peringatan,.bila tidak di gubrisi maka namanya akan di umumkan di masjid. ini menjadi salah satu cara agar para debitor patuh atas kewajibannya. Saat ini 300 LKMA telah tersebar di berbagai desa untuk membantu pergerakan perekonomian petani di sumbar dengan total aset mencapai 90 miliar, pencapain yang menakjubkan !!,

0 komentar:
Posting Komentar