Read more: Cara Membuat READMORE Otomatis | HTC Community http://ojelhtc.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-readmore-otomatis.html#ixzz1ipi6w8NC Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike

Kemiskinan, kata yang amat sering terlontar dan di dengar, tak mudah untuk menjabarkan maknanya, kemiskinan menjadi tanggung jawab kita bersama, terlepas dari segala faktor dan tolak ukur penyebab kemiskinan itu sendiri.
Saya akan menyoroti potret kemiskinan di daerah pesisir pantai Alue Naga Banda Aceh. Minggu petang 18 Sep 2011 saya berkeliling mengitari kawasan pantai Alue Naga yang ramai di kunjungi bila akhir pekan. Sembari menikmati hamparan pantai yang indah, pandangan saya tertuju ke sebuah rumah, rumah yang jauh dari kelaikan sebuah rumah lazimnya, tanpa pondasi yang menompangnya, beralaskan tanah dan berdinding triplek yang di huni oleh Bpk Nakmin (50) beserta istri dan ke dua anaknya yang masih balita. Dapat kita bayangkan bersama sungguh tempat tinggal ini tidaklah laik bagi balita yang masih berumur 46 hari. Dengan terpaan angin laut dan debu - debu jalannya. Bpk Nakmin dan Ibu nafriah sudah setahun menetap di pinggiran kanal Krueng Aceh, mereka adalah pendatang yang mencoba mengais rezeki dengan berkebun di lahan kosong milik kerabatnya. Bpk berkebun cabai, jagung, sayur-sayuran. Pendapatanya dari berkebun tak seberapa, bila harga cabai di pasar bagus, maka ia mampu mengantongi uang Rp 130.000/minggu, dengan asumsi harga cabai 13.000/kg nya, apabila harga cabai anjlok, ia hanya mampu mengumpulkan tidak lebih dari Rp 30.000/minggu, sangatlah jauh bila di bandingkan dengan pengeluaran yang harus ia penuh setiap harinya, untuk makan sehari- hari saja tidak cukup, belum lagi untuk membeli susu ke dua buah hatinya yang harganya relatif mahal, dalam seminggu 1kg susu di konsumsi. Beban yang harus di pikul bapak bertambah besar ,di perparah dengan tidak adanya jaringan air bersih di kawasan tersebut, dengan berat hati mereka rela mengeluarkan uang sebesar Rp 30.000 untuk membeli air bersih untuk keperluan mandi, mencuci dan minum. Sangat ironis memang, dengan program- program pro rakyat Pemkot Banda Aceh, yang tidak menyentuh semua kawasan dan lapisan masyarakat di kota Banda Aceh. Inilah potret kemiskinan masyarakat pinggiran kota Banda Aceh yang terabaikan hak-haknya dalam menjalani kehidupan yang selaiknya.
Dapur

Kamar tidur beralaskan tikar

Bagian depan rumah sebagai tempat mencuci

Dapur bagian dalam

Ruang Tamu beralasakna kadus bekas

Kondisi rumah dari bagian depan


0 komentar:

Posting Komentar

seacrh

About my blog

Blog ini sebagai sarana bertukar informasi untuk menambah wawasan dalam hal entrepreneurship ..

Mengenai Saya

Foto saya
Saya Tgk. Mohd Putra Rizki, berjiwa entrepreneur sejak duduk di bangku sekolah dasar, bersama kk, saya memulai usaha es lilin, emping sampai usaha cafe. jatuh bangun sudah menjadi hal yang biasa.. pantang menyerah dan selalu berusaha untu kebaikan kita dan orang sekitar.. bukan begitu sobat ??
detra05@copyright. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Entri Populer

Total Pengunjung