Aceh, provinsi yang memiliki 12 kabupaten daerah tertinggal.
Jumlah kabupaten daerah tertinggal di Aceh sedikit lebih banyak dibanding
Provinsi Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah.
Sementara itu, untuk Provinsi Aceh, dengan jumlah penduduk
berdasarkan hasil pencacahan sensus penduduk tercatat 4,48 juta jiwa. Dengan
luas wilayah 58,37 ribu km persegi, kepadatan penduduk Aceh sebanyak 77 orang
per km persegi.
Namun, yang memprihatikan adalah soal kemiskinan. Hasil sensus nasional terbaru BPS menyebutkan angka kemiskinan di wilayah paling ujung barat Indonesia itu masih menghadapi persoalan kemiskinan yang cukup parah. Persentase angka kemiskinan di Aceh jauh lebih besar dibanding rata-rata nasional 13,33 persen.
Angka kemiskinan di Provinsi Aceh menempati peringkat ke-7 dengan persentase angka kemiskinan mencapai 20,98. Yang dimaksud dengan penduduk miskin adalah masyarakat yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Angka garis kemiskinan pada Maret 2010 adalah Rp211.726 per kapita per bulan.
Bandingkan dengan APBD yang di terima Aceh dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ;
Namun, yang memprihatikan adalah soal kemiskinan. Hasil sensus nasional terbaru BPS menyebutkan angka kemiskinan di wilayah paling ujung barat Indonesia itu masih menghadapi persoalan kemiskinan yang cukup parah. Persentase angka kemiskinan di Aceh jauh lebih besar dibanding rata-rata nasional 13,33 persen.
Angka kemiskinan di Provinsi Aceh menempati peringkat ke-7 dengan persentase angka kemiskinan mencapai 20,98. Yang dimaksud dengan penduduk miskin adalah masyarakat yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Angka garis kemiskinan pada Maret 2010 adalah Rp211.726 per kapita per bulan.
Bandingkan dengan APBD yang di terima Aceh dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ;
- APBD ACEH Tahun 2009 Rp 9.700.000.000.000,00
- APBD ACEH Tahun 2010 Rp 6.244.669.139.164,00
- APBD ACEH Tahun 2011 Rp 7.089.389.677.661,00
Potensi kekayaan tersebut cukup signifikan jika dibandingkan cadangan minyak Arab Saudi yang mencapai 264,21 miliar barel. Bila potensi minyak itu terbukti, Aceh bisa lebih kaya dari Arab Saudi.
Selain kekayaan sumber alam seperti minyak bumi dan gas alam di Aceh Utara dan Aceh Timur. Provinsi di ujung barat Indonesia itu juga terkenal dengan sumber hutannya yang terletak di sepanjang jajaran Bukit Barisan, dari Kutacane, Aceh Tenggara, Seulawah, Aceh Besar, hingga Ulu Masen di Aceh Jaya. Sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) juga terdapat di Aceh Tenggara.
Sebelum bencana tsunami 26 Desember 2004, perikanan merupakan salah satu pilar ekonomi lokal di Aceh. Data Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh 2005 menyebutkan, perikanan menyumbangkan 6,5 persen dari pendapatan daerah bruto (PDB) senilai Rp1,59 triliun selama 2004.
Aceh juga memiliki sejumlah industri besar di antaranya PT Arun, yang merupakan kilang pencairan gas alam, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Asean Aceh Fertilizer, PT Kertas Kraft Aceh, PT SAI-Lafarge, Semen Andalas, dan ExxonMobil untuk industri kilang gas alam.
Selain itu, Aceh memiliki pertambangan emas di antaranya di Woyla, Seunagan (Aceh Barat), Pisang Mas (Beutong), serta Payakolak, Takengon (Aceh Tengah).

0 komentar:
Posting Komentar